Taman Laut Pasir Putih Situbondo, Gunung Ringgit & Sambal Ikan

6 Jul 2017

UNCOVER INDONESIA: Taman Laut Pasir Putih Situbondo, Gunung Ringgit & Sambal Ikan yang Menggigit

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

Bestprofit SITUBONDO - Ombak yang tenang pecah di pasir berwarna putih di dekat dermaga Pantai Pasir Putih, Situbondo, JawaTimur. Jingga mentari tenggelam terlihat melengkapi deretan perbukitan hijau yang menjadi latar dari pantai yang terletak di jalur pantai utara (Pantura) tersebut.

 

 

Posisi pantai di sepanjang Jalan Raya Surabaya-Banyuwangi menuju Kawah Ijen dan Pulau Bali via transportasi darat menjadikan Pasir Putih seperti area transit bagi para pelancong. Terlihat beberapa mobil yang mengangkut papan selancar masuk ke dalam area wisata publik untuk sejenak mengistirahatkan badan menikmati paduan ombak dan angin semilir.

 

 

“Hampir setiap tahun saya ke sini bisa dua sampai tiga kali dari turing motor sampai bermobil bersama keluarga karena aksesnya gampang,” ujar salah satu pengunjung dari Jember, Rosi Setiawan, beberapa waktu lalu.

Pantai Pasir Putih, dinilainya cocok sebagai tempat wisata bersama keluarga karena relatif aman dengan ombaknya yang tenang, dilengkapi sekira 10 hotel kelas melati hingga bintang empat dengan tarif antara Rp250.000 hinggaRp500.000. Tak lupa, sarana olah raga air seperti jet ski, perahu layar, kano, dan ban pelampung juga tersedia. Bagi para pencinta swafoto, tinggal berjalan sekira 200 meter dari pintu masuk dan siap-siap berpose di dermaga panjang.

Tiket masuk pun terjangkau, yakni Rp10.000 per orang dilengkapi area parkir tak terbatas di sepanjang pantai. Kaum Hawa juga terpenuhi hasrat belanjanya dengan keberadaan toko-toko souvenir yang menawarkan kerajinan kerang, kaos, mainan anak, baju pantai hingga makanan khas seperti krupuk ikan.

Untuk pelancong yang tak membawa kendaraan pribadi, Pasir Putih dapat diakses dengan mudah baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi lantaran bus-bus AKAP lalu lalang di sepanjang jalan tak jauh dari bibir pantai selama 24 jam nonstop.

Mungkin trek Pasir Putih kurang menantang bagi para peselancar dan jiwa petualang. Tapi, tak ada salahnya menjajal pesona keindahan bawah lautnya dengan berperahu layar. Pada hari biasa, tarif sewa perahu berkisar Rp50 ribu-Rp75 ribu. Ketika libur hari besar, tarif tersebut melonjak menjadi Rp100 ribu-125 ribu.

Pesona Lain Pasir Putih

Apa menariknya berlayar ke tengah pantai yang berbatasan dengan Selat Madura, Selat Bali, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi ini? Dari atas perahu layar kayu berkapasitas delapan orang ini terlihat Gunung Ringgit setinggi 1.250 mdpl mengelilingi lengkungan pantai.

“Gunungnya itu masih aktif karena menjadi satu triangulasi dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru,” ujar salah seorang penarik perahu Pasir Putih, Utsman (50).

 

Warga Dusun Kembangsambi, Pasir Putih, Bungatan, Situbondo ini pun menceritakan kisah ujaran warga bahwa nama Ringgit disematkan karena warga meyakini ada harta karun ditanam di gunung yang masuk wilayah Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) tersebut.

Utsman pun terus mendayung perahunya ke tengah sembari bercerita bahwa setiap tahun bertepatan dengan upacara Petik Laut pada bulan Oktober, ia selalu ikutkejuaraan layar menuju Selat Bali ataupun menuju Camplong, Sampang, Madura. Waktu tempuhnya sekira 6 jam. “Kadang-kadang ada nelayan yang ingin juara pakai guna-guna (jimat) untuk ditaruh di perahunya,” imbuh Utsman.

Selain bercerita pengalaman berlayar, kepada para penumpang perahunya, Utsman selalu menunjukkan spot terumbu karang terbaik seperti Teluk Pelita, Watu Lawang, dan Karang Mayit. Penumpang cukup menggunakan kotak kaca berukuran sekira 60×20 cm yang dilengkapi pegangan tali untuk dimasukkan ke permukaan air. Terlihatlah koral-koral lunak dan keras berwarna warni dikelilingi beraneka jenis ikan nan indah.

“Spot-spot bagus itu ada di kedalaman 3-6 meter. Sisanya nggak terlihat pakai kaca itu,” jelasUtsman yang berlayar sejak tahun 1996 ini.

Setelah puas berlayar selama 30-45 menit, pengunjung pantai dapat memesan es kelapa berikut makanan bernama Sate Laler (sate lalat) ataupun ikan bakar dengan sambal terasi khas Madura. Sebutan Sate Laler disematkan karena bahan daging ayamnya dipotong kecil-kecil. Cobalah sensasi hidangan tadi sembari menunggu matahari terbenam.

Ikhwal ikan bakar dengan sambal terasi khas Madura dijamin bakal bikin ketagihan. Paduan rasa pedas, asam dan manisnya begitu sempurna meski hanya disajikan sederhana di atas cobek dari tanah. Kabar gembiranya lagi, dengan jumlah pesanan empat ekor ikan berbagai jenis berukuran di atas 1 kilogram per ekornya plus nasi untuk konsumsi enam orang, minuman serta lalapan, cukup dengan kocek Rp230.000 saja.

Sumber : okezone.com

PT Bestprofit


TAGS Bestprofit Best Profit PT Bestprofit


-

PT Bestprofit Futures


Search

Recent Post